Didalam bahasa arab, cara penggunaan susunan ungkapan angka ada beraneka ragam.
1. العَدَدُ المُفْرَدُ: yaitu untuk bilangan 1 - 10, akan tetapi 1 & 2 berbeda cara penyusunan kalimatnya dari 3-10.
2. العَدَدُ المَعْطُوفُ: yaitu untuk bilangan 11 - 19.
3. ألْفَاظُ العْقُودُ: yaitu untuk bilangan puluhan: 20, 30, 40, 50, 60, 70, 80, 90.
4. ألْفَاظُ المَعْطُوفُ: yaitu untuk bilangan selain bilangan puluhan diatas.
5. مائة: yaitu untuk bilangan ratusan.
6. ألَفٌ: yatu untuk bilangan ribuan.
Nah, adapun sekarang kita mempelajari bentuk susunan ungkapan angka yang pertama
Seperti yag kita katakan tadi, bahwa 1&2 cara penyusunan kalimat berbeda dari 3-10, mari kita jelaskan:
1. Untuk bilangan 1 & 2.
Untuk 2 angka ini, apabila bibarengi dengan objek yang akan diberikan jumlah angkanya maka dia berfungsi sebagai توكيد.
تَوكِيْد dalam bahasa arab artinya penegasan/ penekanan, jadi apa kaitannya dengan angka? mari kita jelaskan:
didalam bahasa arab ketika kita ingin menyatakan angka satu pada sesuatu, contoh: satu pena, cukup kita sebut وَاحِدٌ itu sudah cukup, tapi jika ditambahkan قلم setelahnya juga tidak mengapa karena itu sebagai penekanan untuk angka tersebut, begitu juga halnya dengan angka 2.
Hal yang paling menonjol dari 2 angka ini dari angka 3-10 adalah kita tidak bisa menyatakannya dengan penyataan sebagai berikut:
واحد رجل
اثنان رجلان
kedua kalimat ini salah
adapun yang benar sebagai berikut:
رجل واحد/ رجل
رجلان
karena رجل atau رجلان sudah menyatakan jumlah dan objek sekaigus.
Didalam bentuk susunan ungkapan angka ini dia memiliki kaidah:
1. Rumus susunan kalimatnya adalah:
[ objek yang akan diberikan jumlah angka ] قَلَمٌ + [ angka ] وَاحِدٌ = قَلَمٌ وَاحِدٌ
2. apabila sesuatu yang akan diberi jumlah angka tersebut berbentuk Mudzakkar maka angkanya harus mudzakkar juga.
contoh: قَلَمٌ وَاحِدٌ
3. apabila sesuatu yang akan diberi jumlah angka tersebut berbentuk Muannast maka angka harus muannast pula.
contoh: شَجَرَةٌ وَاحِدَةٌ
2. Untuk bilangan 3 - 10.
Adapun untuk bilangan-bilangan ini memiliki perbedaan dari yang sebelumnya:
1. bilangan 3 - 10 tidak bisa berdiri sendiri, dengan arti kata dia harus dibarengi dengan kata yang ingin kita beri jumlah angkanya, contoh:
3 pena
kita tidak cukup menyatakan ثَلاَثة saja, karena kata ini hanya menyatakan jumlah tanpa menyatakan objek
jadi dia harus disertai dengan objek, contoh: ثلاثة رجال
2. Rumus susunan ungkapan kalimat untuk angka-angka adalah:
[ angka ]ثلاثة + [ objek yang akan diberikan jumlah angka ]رجال = ثلاثة رجال
3. apabila sesuatu yang akan diberi jumlah angka tersebut berbentuk Mudzakkar maka angkanya Muannast, contoh:
ثلاثة رجال
[ ثلاثة ] muannast
[ رجال ] Mudzakkar
4. apabila sesuatu yang akan diberi jumlah angka tersebut berbentuk Muannast maka angkanya harus Mudzakkar, contoh:
ثلاث شجرات
[ ثلاث ] Mudzakkar
[ شجرات ] Muannast
RUMUS:
1. تَوكِيْد: yaitu untuk bilangan 1 & 2:
[ objek yang akan diberikan jumlah angka ] قَلَمٌ + [angka] وَاحِدٌ = قَلَمٌ وَاحِدٌ
2. العَدَدُ المُفْرَدُ: yaitu untuk bilangan 3 - 10:
[ angka ]ثلاثة + [ objek yang akan diberikan jumlah angka ]رجال = ثلاثة رجال
Adapun bahasa arab dari 1-10 sebagai berikut:
Satuan [Mudzakkar_مذكر]
1
|
وَاحِدٌ
|
6
|
سِتَّةٌ
|
2
|
اِثْنَانِ
|
7
|
سَبْعَةٌ
|
3
|
ثَلاَثة
|
8
|
ثَمَانِيَةٌ
|
4
|
أَرْبَعَةٌ
|
9
|
تِسْعَةٌ
|
5
|
خَمْسَةٌ
|
10
|
عَشَرَةٌ
|
Satuan [Mua`annast_مؤنث]
1
|
وَاحِدَةٌ
|
6
|
سِتٌّ
|
2
|
اِثْنَتَانِ
|
7
|
سَبْعٌ
|
3
|
ثَلاَثٌ
|
8
|
ثَمَانِيٌ
|
4
|
أَرْبَعٌ
|
9
|
تِسْعٌ
|
5
|
خَمْسٌ
|
10
|
عَشْرٌ
|
Latihan
[isilah kalimat dibawah dengan tetap]
1.
.......................
وَاحِدَةٌ
2. مَجَلَّتَانِ .....................
3. أَرْبَعَةُ .....................
4. تِسْعُ .....................






0 komentar:
Posting Komentar